Masih Jaman, Konvoi dan Klithih pas Kelulusan?


Pengumuman kelulusan bagi seorang anak SMA sederajat adalah salah satu berita yang melegakan…. Betapa tidak? Salah satu yang menghantuinya dulu kini telah jelas apa jawabnya. Walaupun masih ada was-was terkait hal dengan apakah mereka diterima di Universitas atau Jurusan yang mereka daftarkan baik di SNMPTN, SBMPTN maupun UM. But, setidaknya satu masalah clear bagi mereka… iya gak?
Tiap tahun berita terkait penyambutan kelulusan SMA sederajat ini dipenuhi oleh hal-hal negatif, bisa di telusuri di beberapa tahun terakhir ini guys di banyak media, mudah kok tinggal search di Mbah Google. Masalah tuntas, semua terjawantahkan di situ. Lihatlah ketika konvoi gak jelas, corat-coret, klithih, kemudian nanti muncul konvoi yang menyebabkan kemacetan bahkan kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa atau bahkan lebih mengerikannya lagi konvoi yang menyulut api tawuran antar pelajar SMA lain gitu. Kan ngeri….
Nah, kemarin kita sudah hadirkan salah satu kegiatan yang kontra dengan hal-hal diatas. Kemarin dari STUCASH ada tuh acara SUNGKEM 2017, inisiasi beberapa pelajar Kota Yogyakarta. Kini kami hadirkan lagi alternatif kegiatan dalam penyambutan kelulusan pelajar SMA sederajat apa itu?
Yups, kini di bumi belahan Yogyakarta lain, tepatnya di Sleman wa bil khusus daerah Kalasan. Inisiasi oleh Komunitas Pelajar Peduli Sleman, lantas apa yang mereka lakukan?
Simpel kok guys. Mereka cuma bagi-bagi aja. Lah bagi-bagi apa? Bagi-bagi nasi kuning, stiker, gantungan kunci, dan selebaran kertas serta tentunya berbagi rasa syukur dan suka cita, abis lulus sih eheheh
Puluhan pelajar Sleman yang tergabung dalam Komunitas Pelajar Peduli Sleman ini melakukan aksi bagi-bagi nasi kuning di perempatan lampu merah Prambanan-Kalasan. Acara ini bertujuan untuk memberikan alternatif kegiatan dalam rangka menyambut kelulusan ujian nasional dan berbagi rasa syukur dengan saling berbagi dan mengasihi satu sama lain.
Acara bagi-bagi nasi ini kata Agusta, selaku koordinator aksi yang berasal dari SMA N 1 Kalasan menawarkan kegiatan positif untuk menyambut berita kelulusan kelas XII SMA dan mengcounter berita-berita negatif yang menyasar pelajar terutama di daerah Sleman.
Bagi-bagi nasi ini dimulai pada pukul 08.30 WIB yang sebelumnya diawali dengan berkumpul bersama di Terminal Prambanan pukul 08.00 WIB dan berlangsung selama satu jam. Dalam aksi ini dibagikan 300 nasi kuning, beberapa stiker dan ratusan pin serta selebaran kertas yang sudah disediakan sebelumnya kepada para pengendara kendaraan bermotor yang sedang menunggu di traffic light. Semua yang dibagikan itu berasal dari uang donatur dari berbagai pihak.
“Tanggapan saya pada kegiatan ini pantas diapresiasi, apalagi saya ikut kegiatan ini dan saya senang mengikutinya. Bagi-bagi nasi kuning adalah sebagai wujud syukur pelajar, terutama kelas XII yang belum lama ini mendapat predikat lulus, dan kami juga membagi pesan positif, stiker, dan gantungan kunci. Daripada merayakan lulusan dengan corat-coret seragam ataupun konvoi, ya alangkah baiknya dengan kegiatan bagi nasi kuning tadi kita dapat bersyukur dan merayakannya dengan hal yang positif. Semoga pelajar-pelajar yang merayakan dengan hal sia-sia bisa lekas sadar dan memberi perubahan yang positif ke depannya”, terang Khasna Suci Afifah salah satu peserta dari SMA N 1 Kalasan saat dimintai keterangan.

So, lagi jaman lulusan hura-hura? Kami rasa nggak deh. Udah banyak nih contoh kasusnya yang telah diinisiasi oleh STUCASH dan kemudian di susul dengan Komunitas Pelajar Peduli Sleman, so manakah yang kamu pilih? Ehehehe kami harap kalian bergabung dengan kami. Para pelopor kebaikan, kek slogannya Polisi yaaa….[RED/RMRA]
Share on Google Plus

About Unknown

0 comments:

Post a Comment